Kamis, 04 Oktober 2012

Tak Ada Salahnya Jadi Kaum Optimis


Saya dulu entah pas SD atau TK seneng main kaleng susu buat asyik-asyik sendiri. Biasanya kaleng-kaleng itu saya tengkurapkan dengan susunan persis kayak drum. Saya membayangkan diri seorang Muri, drummer Koes Plus. Saya nyanyikan lagu-lagu dari kelompok legendaris tersebut. Yang paling sering itu Kolam Susu.

...Orang bilang tanah kita tanah surga...
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman...

Belakangan saya baru sadar, ah suasana serba enak yang dilukiskan oleh Koes Plus itu jadi bumerang. Konon karena kesuburan alam yang kayak begitulah maka orang Indonesia jadi pemalas dan pada akhirnya gampang dijajah. Bandingkan dengan Jepang dan negara-negara di Eropa.

Israel yang alamnya konon tandus, panas dan gersang malah alamnya jadi ijo royo-royo berkat kerja keras orang Yahudi. Bahkan ada taman gantung segala. Menurut orang-orang yang pernah berkunjung ke situ indahnya seperti Taman Sriwedari, suatu taman imajiner dalam dunia pewayangan yang atas bantuan para jin dipersembahkan oleh Prabu Arjuna Sasrabahu kepada istrinya Dewi Citrawati.

Intinya, kita tidak boleh heran kalau sekarang kita kebanjiran produk-produk mancanegara. Dari sono-nya kita memang tidak dilahirkan sebagai produsen. Kita dilahirkan untuk bersantai-santai. Buat apa membanting tulang wong semua tersedia...sayur mayur, tanaman herbal dan energi...Makanya ada tontonan kesenian semalam suntuk seperti wayang kulit di Jawa, wayang golek pada orang-orang Sunda, sastra tutur di Minang dan lain-lain.

Di negara lain masyarakat tak akan membiarkan dirinya melekan sepanjang malam. Mereka pagi-pagi harus cepat-cepat bekerja. Paginya mereka harus berdesakan di sarana-sarana transportasi, mengumpulkan pangan sebelum datang pergantian musim. Selain musim berganti-ganti, cuaca harian pun berubah-rubah. Maka, tidak seperti di sini, acara prakiraan cuaca punya rating tinggi di televisi. Remaja dan ibu-ibu harus memperhatikan acara itu karena takut salah kostum.

Tapi cerita tentang kebudayaan adalah cerita tentang perubahan.

Maka saya tidak setuju seratus prosen bahwa bangsa kita akan selamanya menjadi konsumen. Saya termasuk orang-orang yang optimis bahwa makin hari kita akan makin dituntut untuk menjadi produsen karena alam mulai tak ramah. Prakiraan cuaca dari BMG sekarang mulai diperhatikan karena bulan-bulan yang biasanya kemarau, belum tentu kemarau.

Dunia pendidikan tinggi mulai memperhatikan kewirausahaan. Dulu konsentrasi dunia universitas di Indonesia adalah mengajarkan ilmu dan teknologi. Sekarang, karena disadari bahwa tak mungkin kita terus-menerus menjadi konsumen, kampus-kampus mulai menekankan pendidikan kewirausahaan agar bangsa ini beralih menjadi produsen.

Dan saya makin optimis karena banyak yang tak sadar bahwa produk-produk dalam negeri sekarang pun sebenarnya mulai punya tempat di masyarakat. Sepeda Polygon yang dikira produk luar, ternyata adalah bikinan Surabaya.

Kita mungkin kebanyakan cuma tahu bahwa produk-produk susu dikuasai oleh Nestle, Fontera, Morinaga. Padahal, di antara persaingan ketatnya dengan produk-produk susu luar negeri, kita juga punya produk sendiri antara lain SGM, Lactamil, Indomilk, Produgen dan Tropicana.

Belum lagi sepatu atau sandal. Tak banyak yang menyadari bahwa produk-produk lokal juga sudah mulai mendapatkan tempat. Sebut contohnya Eagle, New Era, Pakalolo dan lain-lain.
Teman saya mencatat ada sampai sekitar 250 merk dalam negeri yang lumayan dapat tempat di masyarakat.
Tak ada ruginya jadi orang yang optimis.

Oleh Sujiwo tejo dalam bukunya “Ngawur Karena Benar”

Rabu, 03 Oktober 2012

penutup 3 tahun ini (10/09 - 10/12)


Alhamdulillah, terima kasih atas segala nikmatmu ya Allah, hari ini tanggal 3 Oktober 2012 saya Budi Sulistyo resmi dinyatakan lulus menempuh pendidikan Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Terima kasih juga kepada ibunda dan ayahanda tercinta yang selama ini tidak henti-hentinya mendoakan anaknya supaya selalu diberikan semua yang terbaik oleh-Nya. Terima kasih juga kepada kakakku tersayang yang selalu mendukung adikmu ini, kepada pakdhe, mbokdhe, lek, dan semua sanak saudara atas doa dan motivasinya selama menempuh pendidikan di STAN. Tak berlebihan juga saya ucapkan terima kasih kepada bapak ibu dosen yang telah membekali ilmu yang sangat bermanfaat selama 3 tahun ini, kepada teman-teman seperjuangan 1X, 2J, 3Y, teman kos, serta semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Bulan Oktober tahun 2009 pertama kali saya pijakkan kaki di kampus tercinta Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) untuk menimba ilmu hingga akhirnya pada hari ini tanggal 3 Oktober 2012 saya bisa menyelesaikan pendidikan. 3 tahun bukan waktu yang cepat bukan juga waktu yang lambat. Semuanya terasa campur aduk selama mengikuti pendidikan di kampus Ali Wardhana ini. Ada senang dan bahagia yang bercampur peluh keringat, heuheu. Senang dan bahagia ketika setiap akhir semester bisa “lolos” ujian karena terlalu berlebihan jika saya menyebutnya lulus, hehe, semua itu berkat limpahan nikmat-Nya tentunya, Alhamdulillah ya Rabb. Peluh keringat ketika melaksanakan ujian yang selalu menjadi momok karena ancaman DO.

Terlalu sulit dilukiskan dalam kata-kata perjalanan indah ini, secuil tulisan ini hanya bertujuan sebagai pengingat, bahwa hari ini merupakan salah satu hari bersejarah bagiku, bahwa hari ini saya telah menjadi alumnus dari kampus “punggawa keuangan negara” ini, bahwa hari ini dunia yang sesungguhnya menanti goresan pena kesuksesanku, bahwa hari perjuangan yang sebenarnya akan dan harus saya mulai. Satu hal yang penting diingat dari wejangan Pak Kusmanadji “Almamater ini adalah ibu kandungmu, 3 tahun mengandungmu dengan susah payah, dan hari ini telah melahirkan putra putri terbaiknya, besarlah dengan kebaikan bukan dengan keburukan, jagalah nama baik ibu kandungmu, almamatermu!“.

Minggu, 29 Juli 2012

Menjadi Baik Harus Dengan Proses

“seperti anak panah yang kita lepaskan dari busurnya, lihatlah dengan cermat gerakannya!! pasti akan berkelok-kelok, tapi ketika akan mencapai sasarannya pasti akan semakin stabil pergerankannya, yaa..mungkin bisa dikatakan seperti itu langkah kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari yang lalu, masih banyak godaan pada langkah pertama, tapi apabila kita sudah menemukan sebuah kemantapan hati, insyaAllah niat kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik akan stabil juga pada akhirnya, seperti anak panah yang kita lepaskan tersebut” ~ reminder

Selasa, 15 Mei 2012

Sadjak Idhan Lubis

Pro : Herman O. Lantang

Djika Berpisah

Di sini kita bertemu, satu irama
di antara wadjah2 perkasa...
tergores duka dan nestapa,
tiada putus asa
tudjuan esa puntjak mendjulang di sana

Bersama djatuh dan bangun
di bawah langit biru pusaka...
antara dua samudra
Bersama harapanku djuga kau
satu nafas
kita jang terhempas
pengabdian... dan... kebebasan...

Bila kita berpisah
Kemana kau aku tak tahu sahabat
atau turuti kelok2 djalan
atau tinggalkan kota penuh merah flamboyan
hanja bila kau lupa
ingat...

Pernah aku dan kau
sama-sama daki gunung-gunung tinggi
hampir kaki kita patah-patah
dan nafas kita putus-putus
tudjuan esa, tudjuan satu:
pengabdian dan pengabdian...
...Jang Maha Kuasa...

Dari : Idhan Lubis
Polonia, 8 Desembar 1969


Itulah sebuah sajak Alh. Idhan Lubis yang ditujukan kepada seorang sahabatnya Herman O. Lantang 8 hari sebelum meninggal dunia di Semeru bersama Soe Hok-gie. Kalimat terakhir yang menurut saya perlu digaris bawahi “tudjuan esa, tudjuan satu: pengabdian dan pengabdian... Jang Maha Kuasa...” yang memberikan kepada kita pelajaran penting, seberapa pun banyak peristiwa hidup yang telah kita alami, seberapa pun  banyak kisah hidup yang kita ukir selama di dunia, bagaimana pun manis getirnya hidup kita, kita hidup pada hakikatnya hanya untuk mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, sudah seharusnya bila kita harus selalu mensyukuri segala nikmat yang diberikan-Nya.
-calonpemikir-

Rabu, 09 Mei 2012

Ungaran Mt, Central of Java, about 3 years ago

video 

hahahaha...iseng-iseng bikin 3 tahun yang lalu baru ke upload sekarang, 
kapan sodara-sodara kita naik gunung bareng lagi? 
kapan bisa gila-gilaan bareng lagi? 
kapan ada waktu buat kita ngumpul lagi? 
hanya sejuta tanya yang bisa mengobati rindu ini :)

Koruptor dari mana datangnya? #beritanegeriseberang

Seorang negarawan dari negeri seberang sedang menjadi buah bibir karena ucapannya. Ucapan tersebut nampaknya menyinggung tentang masalah korupsi. Di zaman seperti ini kenapa masih saja ada korupsi? Padahal negeri-negeri lainnya sedang sibuk berlomba-lomba meningkatkan perekonomiannya, sedang sibuk mensejahterakan rakyatnya, sedang sibuk memberantas kemiskinan yang melanda bangsanya, kok di negeri seberang korupsi malah semakin tumbuh subur? Jawabannya adalah karena masih adanya koruptor. Kapan negeri seberang itu akan meningkat perekonomiannya, kapan rakyatnya akan hidup sejahtera menikmati segala yang menjadi haknya, kapan kemiskinannya akan berkurang? Jawabannya adalah ketika semua elemen masyarakat di negeri seberang itu bersatu bersama-sama memberantas apa itu yang namanya korupsi.

Apakah negeri seberang itu sekarang sudah mulai berbenah? Berbenah demi kemakmuran rakyatnya? Jangankan berbenah, para penguasanya malah sibuk berpolitik, lupa memikirkan nasib rakyatnya. Korupsi semakin meraja lela, korupsi semakin identik saja dengan politik, sedih sekali pasti rakyatnya. Yang memprihatinkan lagi mereka para penguasanya malah sibuk saling tuding, sibuk saling menyalahkan, malu berkaca pada diri sendiri, menyalahkan pihak lain yang belum tentu salah. 

Belum lama ini salah seorang negarawan dari negeri seberang itu, yang seharusnya mengajak kepada semua masyarakat untuk bersama-sama memberantas musuh besarnya (korupsi) malah sibuk saling menyalahkan. Menyalahkan, koruptor itu datangnya dari situ, koruptor itu berasal sari dana, koruptor itu lahir dari sana, koruptor itu lahir dari golongan ini, korupsi dilakukan oleh sarjana-sarjana, oleh orang pinter, oleh orang berpendidikan tinggi. Betapa sedih rakyat dari negeri seberang itu mendengar ucapan salah seorang pemimpin bangsanya. Apakah tidak ada tindakan lain selain menyalahkan? Selain menuding? Selain mencari pihak mana yang salah?

Alangkah baiknya, mulianya, jika tokoh politik negeri seberang itu mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menyingsingkan lengan baju memberantas musuh besarnya itu, musuh yang membuat rakyat semakin miskin, musuh yang menjadikan rakyatnya kurang sejahtera, ya musuh itu adalah koruptor. Koruptor itu datangnya dari mana? Pertanyaan yang harus dijawab dengan tindakan tentunya. Tidak perlu menyebut koruptor itu dari situ, dari sana. Saling menyalahkan bukan solusi. Rakyat negeri seberang itu pasti akan bahagia bila sosok pemimpinnya adalah sosok pemimpin  yang cerdas, sosok pemimpin yang amanah, sosok pemimpin yang mau berbuat daripada berucap, dan tentunya sosok pemimpin yang mampu mengayomi rakyatnya.

“Tulisan ini saya tulis sebagai pihak yang netral, seseorang yang merindukan akan kejayaan negerinya, tidak bermaksud menyalahkan pihak manapun, lebih mengajak kepada kita untuk bersama-sama membangun negeri ini” -calonpemikir-

Selasa, 08 Mei 2012

Cikuray Mt, Garut, Jawa Barat

Alhamdulillah Mabim Gunung Hutan ini telah selesai kami laksanakan dengan mendaki  Gunung Cikuray (2.813 mdpl), Garut, Jawa Barat lewat jalur pendakian Cilawu (Dayeuh Manggung). Peserta adalah siswa Diklat STAPALA 2012 Gunung Hutan gelombang II, yaitu: 

1. Budi Sulistyo (Peped)
2. Ainurrofiq (Worem)
3. Izazi Mulya Putra (Mader)
4. Giovari Max Purnama (Jaiman)
5. Adventa Pesoraisa Tarigan (Laler)

Kegiatan ini didampingi juga didampingi oleh beberapa 3 senior STAPALA yang baik hati dan tidak sombong (kak Sundul sebagai kadiv Gunung Hutan, kak Botak, kak Oblok). Secara administratif Gunung Cikuray terletak di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Tepatnya di selatan Kota Garut, diantara empat Kecamatan yaitu  Kecamatan Cilawu, Kecamatan Bayongbong, Kecamatan Pamalayan dan Kecamatan Cikajang. Gunung Cikuray merupakan Gunung tertinggi keempat di Jawa Barat dengan ketinggian 2.813 mdpl.

Untuk mendaki sampai kepuncak Cikuray, ada dua jalur yang umum dilalui. Pertama melalui perkebunan teh Dayeuh Manggung, Cilawu dan perkebunan Giri Awas, Cikajang. Sementara jalur lainnya yang bisa dikatakan terpendek menuju puncak adalah melalui desa Cihuru-Cigedug Kecamatan Bayongbong dan dari Desa Pamalayan. Namun, jalur ini sangat jarang dilalui orang, dikarenakan kondisi jalurnya sudah tidak begitu jelas dan medannya ditumbuhi hutan yang relatif lebih rapat.

Kami memutuskan mendaki melalui jalur Cilawu yang berada di daerah Dayeuh Mangung yang merupakan nama perkebunan teh nusantara yang dikelola PT.PN VII. Untuk mencapai perkebunan teh ini, setelah naik angkot jurusan Garut-Cilawu, turun di Patrol. Dari perkebunan teh Dayeuh Manggung, masih sekitar 10 km lagi untuk mencapai titik awal pendakian, yakni tempat beberapa pemancar televisi berada seperti TVRI, INDOSIAR, RCTI, ANTV dan TPI. Karena faktor cuaca yang saat itu hujan deras kami memutuskan untuk mencarter mobil carry dari Terminal Guntur, Garut sampai ke pemancar.


Pra Kegitan
Persiapan fisik :
OKA WAJIB setiap hari, mulai tanggal 2-12 April, selama satu jam perhari, paket lari, push up, sit up, back
up, skotras. Usahakan OKA bareng mulai pukul 06.00-07.00 setiap harinya. Kumpul di posko.
Kumpul Cek Perlengkapan:
Kamis malam tanggal 12 April  pukul 19.00-21.00 di posko (dalam konfirmasi). SEMUA perlengkapan
dibawa.
*ngumpul duit Rp150.000

Check list perlengkapan pribadi :
1.         Carrier + cover bag + matras + peluit + trash bag
2.         Sepatu gunung
3.         Sleeping bag
4.         Alat ibadah
5.         Slayer, topi rimba
6.         Celap 2, baju cadangan 3, jaket/sweater 1, balaclava, sarung tangan, kaos kaki 2, CD 2
       *Celana panjang dan baju lengan panjang, karena jalan sempit padang ilalang.
7.         Ponco (kalo bisa raincoat)
8.         Senter/headlamp, baterai cadangan, lampu cadangan
9.         Pisau
10.     Air 4 @1500ml (berangkat yang diisi satu saja)
11.     Mie Instant 2 bungkus, sarden 1,energen 2, kopi 1 sachet, Jahe 2 sacheet, susu 2 sacheet
12.     Alat makan (piring, gelas, sendok)
13.     HP
14.     Mitela
15.     Trash bag 2, Kresek 2
16.     Jam tangan
17.     Identitas (sekalian difotokopi)
18.     Snack (termasuk cokelat) selama di bus dan pendakian (pergi dan pulang)
19.     1 bungkus roti sobek sari roti.
20.     Minuman puncak (minuman bersoda)
“tidak ada barang yang tidak dibutuhkan di dalam carrier”

Pembagian tugas dan barang kelompok :
1.      Catper
2.      Camera (baterai cad)
3.      Rokok
4.      Bendera STAPALA
5.      GPS
6.      Tissu basah dan kering
7.      Kompas
8.      Lakban hitam
9.      Lilin 2
10.  Cokelat tambahan
11.  Kompor 2
12.  Nasting (1 set)
13.  Gas 2
14.  Korek gas dan kayu
15.  Medis (minyak tawon, norit, betadin, plester, kain kassa, alkohol, handsaplas, tolak angin sachet 6, gula jawa 10, asam jawa 10, garam dapur 1,minyak kayu putih, panadol)
16.  Kompas
17.  Flysheet (tali pramuak n rafia)
*) 
  1.    Peped  : ketua, cat perjalanan (alat tulis), camera (baterai cad), rokok, peta, bendera, alat jahit
2.    Mader  : koki, tissue basah + kering, lakban hitam, lilin 2, cokelat tambahan.
3.    Worem : co-koki, kompor+nesting (2 set), gas, korek api (gas+batang),
4.    Jaiman : kompas, flysheet (tali pramuka + rafia) 1 set, habbatussauda
5.    Laler :golok (3 hari sebelumnya ngomong ke Sundul, nyari pinjeman), medis*
* minyak tawon, norit, betadin, plester, kain kassa, alkohol, handsaplas, tolak angin sachet 6, gula          jawa 10,  garam dapur 1,minyak kayu putih, panadol
Konsumsi :
1.      Beras 3 botol (sisa diklap/gratis)
2.      Roti1 (Rp10.000)
3.      Sawi (Rp3.000)
4.      Pisang (Rp6.000 (1 sisir))
5.      Minyak (1/4 liter)
6.      Cornet (1) + sosis (5) + sarden 2
7.      Telur (4)
8.      Gula jawa 2 bungkus (sebungkus isi 5 keping)
9.      Garam 1 bungkus
  
Sesuatu hal lain di Gunung Cikuray :
Berdasarkan hasil dari googling, ada beberapa masalah diantaranya:
1.    Babi Hutan
Bisa membuat panik jika dikejar, ingat babi hutan lari susah berbelok.
2.    Sumber air minum
Solusi: Hemat air
3.    Bus biasanya padat, tidak menutup kemungkinan berdiri
Solusi: bersabar

Biaya-biaya

No.
Hal
Perkiraan Biaya Awal
Realisasi Biaya
Keterangan
1.
Konsumsi
Rp30.000
Rp30.000
Konsumsi kelompok (beras 1 lt, roti, sawi, pisang, minyak ¼ lt, kornet 1 kaleng, sosis 5 biji, sarden 2 kaleng
2.
Transportasi berangkat




a.      Angkot Bintaro – Terminal Lebak Bulus
Rp6.000
Rp7.000
Angkot 09 (Rp2.000), angkot 08 (Rp5.000)

b.      Bus ke Terminal Guntur, Garut
Rp35.000
Rp35.000
Bus Primajasa

c.      Angkot dari terminal Garut – Cilawu (warna biru putih)
Rp5.000
Rp21.000
Rencana awal ngangkot sampai pintu kebun teh, akhirnya nyarter mobil carry sampai pemancar (biaya membengkak)

d.      Lain-lain
Rp4.000
-

3.
Transportasi pulang




a.      Angkot Cibayongbong – arah terminal Guntur, Garut        
Rp6.000
Rp3.000
Angkot putih kuning

b.      Bus ke Terminal Lebak Bulus        
Rp35.000
Rp35.000
Bis Primajasa

c.      Angkot dari terminal Lebak Bulus – Bintaro
Rp6.000
Rp5.000
Nyarter angkot 08 sampai pintu Bintaro kampus STAN

d.      Lain-lain
Rp3.000
Rp9.000
Membengkak untuk biaya nyarter pickup dari Desa Pamalayan sampai Jalan Raya Bayongbong
Total
Rp130.000
Rp145.000
Membengkak sebesar Rp15.000



Rencana Perjalanan Mabim Gunung Hutan STAPALA Gunung Cikuray 2.813 mdpl 13-15/4/2012
Hari
Pukul
Lokasi
Kegiatan
Keterangan Tambahan
Jum’at
13/4/12
15.00
Posko STAPALA
Persiapan, packing, kumpul sebelum berangkat


17.00
Gerbang Bintaro
Ke terminal Lebak Bulusà Naik angkot 09 ganti 08


18.00
Terminal Lebak Bulus
Nunggu Bis Primajasa berangkat


23.00
Terminal Garut
Sampai terminal
Masak nasi (1/2 botol) buat sarapan pagi, makan roti pribadi
Sabtu
14/4/12
24.00
Masjid terminal
Tidur


04.00
Masjid terminal
Bangun
Masak I
Mi (2), telur (1), cornet (1), sawi

04.30
Masjid terminal
Shubuh
Sarapan



Nyari angkot ke Cilawu


06.00
Patrol, Cilawu, Pintu Kebun Teh Dayeuh Manggung
Turun dari angkot,  minta ijin satpam yang jaga kebun teh, meminta air di rumah penduduk
Sebelum melewati kebun teh


06.00

Start jalan menuju stasiun pemancar


09.00
Stasiun pemancar
Istirahat
Makan (snack pribadi)/minum


Stasiun pemancar
Minta ijin ngambil air kepada pegawai stasiun pemancar


10.00
Stasiun pemancar
Beres-beres, packing, persiapan melanjutkan perjalanan


11.30
Pos 1
Istirahat sebentar lalu lanjut jalan
Ada plang bertuliskan PALINDO dengan lapak yang cukup luas

13.30
Pos 2
Istirahat sebentar lalu lanjut jalan, makan roti kelompok
Ada plang bertuliskan PALINDO lagi, Pos 2 lebih luas dari Pos 1

16.00
Pos 3
Istirahat
Ada plang bertuliskan Pos 3

18.00
Puncak
Bongkar tas, buat tenda
Tenda pake dome/flysheet


Puncak
Masak II
Nasi (1/2 botol) +  mi (3) + cornet (1) + sayur
Jamak maghrib-isya


Puncak
Selesai makan lalu ngobrol2



Puncak
Membuat yang hangat2 (menyalakan api unggun/lilin)
Buat kopi/susu/wedang jahe
Makan pisang secukupnya


Puncak
Tidur

Minggu
15/4/12
04.30
Puncak
Bangun, sholat shubuh


05.00
Puncak
Menikmati sunrise



Puncak
Puncak, narsis, foto2 ria
Alhamdulillaaahhh, minum minuman puncak


Puncak
Rehat sejenak
Masak III
Nasi (1/2 botol) +  mi (2) + sarden (1) + sosis (3) + sawi
Makan pisang sisa td malem

08.00
Puncak
Persiapan turun


08.00
Puncak
Mulai turun
Turun lewat Cibayongbong

10.00
Pos 3
Istirahat bentar


12.00
Pos 2
Istirahat bentar
Sebelum 12.30 HARUS sudah lewat

14.00
Pos 1
Istirahat bentar
Makan Roti III

15.00
Rumah penduduk (pangkalan susu)
Masak IV
Nasi (1/2 botol) +  mi (3) + sarden (1) + sosis (2) + sawi

17.00
Jalan Raya Cibayongbong
Istirahat bentar




Nyari angkot menuju terminal Garut



Terminal Garut
Nyari Bis menuju Jakarta



Terminal Lebak Bulus
Nyari angkot ke Bintaro



Posko
Istirahat
Alhamdulillaaaahhh

Catatan Perjalanan Mabim Gunung Hutan STAPALA Gunung Cikuray 2.813 mdpl 13-15/4/2012 (Realisasi Rencana Perjalanan)
Hari
Pukul
Lokasi
Kegiatan
Keterangan Tambahan
Jum’at
13/4/12
16.30
Posko STAPALA
Kumpul, packing, share barang kelompok
Bagi2 alat dan barang kelompok [Catper, Camera (baterai cad), Rokok, Bendera STAPALA, GPS, Tissu basah dan kering, Kompas, Lakban hitam, Lilin 2, Cokelat tambahan, Kompor 2, Nasting (1 set), Gas 2, Korek gas dan kayu] sambil nunggu si worem pulang kuliah...maklum rajin bener kuliah sampe petang, thumbs up :D

18.00
Posko STAPALA
Sholat maghrib
Sholat maghrib dulu masbroooo di mushola balai diklat DJKN, kampus STAN

18.30
Posko STAPALA
Briefing singkat sebelum berangkat, persiapan, pelepasan oleh panitia diklat STAPALA 2012
Pelepasan dipimpin langsung oleh ketum STAPALA kak Razet 764 diikuti oleh senior-senior STAPALA yg lain (maaf g bs disebutin satu persatu)

19.00
Gerbang STAN Bintaro
Start berangkat menuju terminal Lebak Bulus
Naik angkot 09 turun di perempatan Bintaro disambung dengan angkot 08, sambil nunggu jaiman ambil uang di ATM di perempatan Bintaro

19.55
Terminal Lebak Bulus
Langsung menuju bis Primajasa jurusan Lebak Bulus - Garut
Tanpa menunggu lama bis pun langsung berangkat, bis AC-eko yang nyaman, murah di kelasnya...haha malah promosi, tp beneran Primajasa emg bis plg recommended masbro J terbukti jaiman sm laler lgsg molor :D

20.05
Terminal Lebak Bulus
Berangkat menuju Garut
Tidur nyaman sepanjang perjalanan, tau2 udh nyampe Terminal Guntur, Garut...penumpang terakhir yg turun, eksklusif kalii bah kita2 ini, hahahah
Sabtu
14/4/12
00.40
Terminal Guntur, Garut
Sampai di terminal Garut
Bingung mencari tempat istirahat (tidur), akhirnya ada bapak polisi yang baik hati menawari tempat istirahat di mushola pos penjagaan terminal Guntur (ditanya pak pol, dg jurus memelas akhirnya belas kasihan si pak pol muncul, suwun2 pak J) Alhamdulillah

01.00
Pos polisi terminal Guntur, Garut
Bersih-bersih, sholat isya’, tidur nyenyak
Sungguh nyaman tidur malam itu...bayangkan aj misalnya cm dpt t4 tidur di emperan toko, Alhamdulillah yaahh, sesuatuu bgt, hehe

04.30
Pos polisi terminal Guntur, Garut
Bangun, sholat shubuh
Rencana awal mau masak buat sarapan gagal, g enak sm pak pol kalo masak di pos penjagaan, akhirnya nahan laper bentar...

05.05
Pos polisi terminal Guntur, Garut
Persiapan berangkat
Pamitan sama pak polisi yang baik hati, ngucapin terima kasih, beribu2 terima kasih, sambil dikasih wejangan sblm berangkat plus cerita jaman muda jaman perjuangan beliau, lumayan lama tp bermakna..suwun2 pak pol


(foto2 dulu sm pak pol yg baik hati di depan pos penjagaan terminal Guntur)

05.20
Terminal Garut
Sarapan seadanya
Sambil sibuk nyari angkot yang menuju Cilawu, akhirnya ditawarin ibu-ibu penjual nasi carteran mobil carry menuju Cilawu, nego oleh Peped akhirnya diperoleh kesepatan harga Rp130.000 dianter sampe pemancar, tp akhirnyaaa.....apa mau di kata (tunggu cerita selanjutnya, hehehe)

05.35
Terminal Garut
Berangkat menuju Patrol, Cilawu
Agak meleset dari perjanjian awal carteran mobil carry yang tadinya mau nganter sampai pemancar cuma berhenti sampai tengah-tengah kebun teh, nego diulang akhirnya pak sopir mau nganter sampai pemancar dengan catetan biaya berubah jd Rp200.000, di sepanjang jalan cm bs berdoa mdh2an lancar sampe pemancar, apalagi ngliat kondisi saat itu yg ujan deres plus jarak pandang cm 5 meteran, ckckck. Di tengah perjalanan ada sedikit masalah (pdhl tgl sdkt lg nyampe pemancar, sdh rejeki kita mungkin, hadapi dg senyuman saja brooo J) ban mobil selip ke selokan, hujan pas lagi deres-deresnya, akhirnya dapet fitnes gratis ngangkat rame-rame mobil dibantu penduduk setempat yang baik hati, Alhamdulillah. Bonus kedinginan plus semprotan lumpur ban belakang, haha...kak Botak sedikit mandi lumpur sepertinya, hoho

07.55
Pemancar (1.515 mdpl S:07`18’19,3” E:107`52’50,2”)
Istirahat sebelum naik
Masak mi instan +  nasi + sarden, sambil menghangatkan diri di depan pemancar di sebuah gubug kecil beratap terpal. Sblm masak datanglah penduduk sekitar yg ramah, beliau minta kita mengisi daftar pendakian sblm melakukan pendakian demi keselamatan kami sebut saja Kang Asep. Tak lupa beliau ngasih CP ke kita kalo sewaktu2 pgn ndaki Cikuray lg bs buat nanyain info2 ex:cuaca di Cikuray biar bs lbh tau keadaan lgsg Cikuray, buat ngabarin jg kalo kita udh nyampe puncak dg selamat, ato misal kita g turun lwt Cilawu lg buat ngabarin kalo kita lwt jalur lain terutama ngabarin bhwa kita udh nyampe bawah selamat tanpa halangan suatu apapun, salut buat orang-orang seperti beliau yg tk minta sepeserpun uang dr kami, nuhun pisan atuh kang Asep [CP:085222029228/081313745958]
(masak buat sarapan, dr kiri:mader, worem, laler)
(Kang Asep (yg jongkok) brg temennya)

09.20
Pemancar (1.515 mdpl S:07`18’19,3” E:107`52’50,2”)
Start pendakian
Tak lupa kami berdoa bersama sblm memulai pendakian, meminta keselamatan Allah SWT, mendaki berdelapan kembali berdelapan tk lbh tk kurang J  dan tk lupa berpamitan sm Kang Asep

09.30
Di atas pemancar
Ngambil air
Ngambil air di sungai kecil +- 20 meter di bawah jalur (tepatnya di atas pemancar ada persimpangan kecil di tengah kebun teh, belok ke kanan turun, sumber air berada di dkt bangunan lama seperti bekas toilet umum) oleh peped, worem sm jaiman, si mader menunggu barang2 kami di atas brg panitia
(pemancar dr atas kbn teh di persimpangan t4 ngambil air)

09.45
Di atas pemancar
Melanjutkan pendakian
20 menit melewati perkebunan teh akhirnya tim mulai memasuki hutan, jalan masih belum terlalu menanjak

10.35
Pos 2
(1.888 mdpl S:07`18’49,9” E:107`52’26,6”)
Istirahat sejenak
Dokumentasi pos + ploting GPS, langsung Pos II yang kami temui, Pos I tidak ada keterangan yang jelas, tapi sebelum Pos II kami menemukan tempat lebar sekitar 200 m di bawah Pos II, mungkin itu Pos I, si Mader mulai srg minta istirahat..kecapean mgkin (ini nih gr2 OKAnya kurang, hayo2 ngaku2 :p)
(pos II dg tanda plang kuning kecil di pohon)

11.02
Pos 3
(2.003 mdpl S:07`18’50,1” E:107`52’26,6”)
Istirahat sejenak
Minum, makan snack kecil, dokumentasi pos + ploting GPS, jalur mulai curam (nge-track) makanya si Mader tambah srg minta istirahat..pdhl yg lain jg minta istirahat, cm gengsi aj mgkin mau ikt minta istirahat, mgkin jg panitia sbenernya minta istirahat :p hahaha
(panitia yg jg minta istirahat..hayooo, ketauan :D)
(pos III dg tanda plang kuning kecil dan plang bertuliskan PALINDO di atasnya)

12.09
Pos 4
(2.238 mdpl S:07`18’56,4” E:107`52’22,4”)
Istirahat sejenak
Minum, makan snack kecil, dokumentasi pos + ploting GPS
(dari kiri:laler, peped, worem, jaiman, mader)

13.07
Pos 5
(2.390 mdpl S:07`19’15,6” E:107`52’5,0”
Istirahat sejenak
Minum, dokumentasi pos + ploting GPS
(pos V dg tanda plang kuning kecil di pohon)

13.29
Puncak bayangan (2.482 mdpl S:07`19’15,6” E:107`52’5,0”)
Ishoma
Istirahat, sholat jamak dzuhur-ashar, si worem buat minuman hangat energen buat rame2..hangatnyaaa, nikmatnyaaa, oh mantabs J. Di puncak bayangan ini tempatnya lebih lebar dibandingkan pos2 lain dan agak terbuka tembatnya, pohon tidak terlalu rapat.
(plang bertuliskan PUNCAK BAYANGAN di pohon)

14.08
Puncak bayangan (2.482 mdpl S:07`19’15,6” E:107`52’5,0”)
Melanjutkan pendakian
Karena mulai gerimis lanjut lagi perjalanan setelah selesai istirahat. Walau hujan mulai menerjang tak jd halangan, semangat semangat kakaks...puncak tinggal selontaran ketapel lagi, itu kecium itu hlo puncaknyoooo J
(saat gerimis mulai turun perjalanan pun kembali dilanjutkan)

15.13
Pos 6
(2800 mdpl S:07`19’18,6” E:107`51’36,8”)
Istirahat sejenak
Minum, dokumentasi pos + ploting GPS.
(pos VI dg tanda plang kuning kecil di pohon)
Tak lama kami di pos IV ini, sudah kebelet kepingin muncak, apalagi gerimis semakin gerimis...drpd nambah basah mending buruan muncak, buruan ngecamp, buruan bikin yg anget2, jangan ngeres ya kakaks pikirannya :p

15.30
Puncak Ciremai (2.833 mdpl S:07`19’22,6” E:107`51’30,7”)
Menikmati puncak
Alhamdulillah, istirahat, foto-foto ria buat dokumentasi, ploting GPS, sayang sekali view agak kurang bagus karena puncak diselimuti kabut, tp hujan mulai reda, mulai mencari tempat buat bikin tenda, akhirnya diputuskan buat tenda di bawah puncak (+- 10 meter di bawah puncak) dg segala pertimbangan tentunya J
(narsis di depan bangunan shelter puncak Cikuray mengibarkan bendera STAPALA)

16.30
Bawah puncak
Mendirikan tenda buat istirahat
Buat tenda (2 tenda sm panitia) berhadapan dengan tengah sebagai dapur, pas setelah selesai buat tenda hujan, Alhamdulillah. Di dalam tenda pun tk lupa kami narsis...ckckc parah masbrooo :D
(jaiman sm laler posisi 4play..hahahah)


(mader sm worem pose alay..hoho)


(peped sang koki yg lg sibuk masak..bantuin woy!! haha)

17.30
Bawah puncak
Masak
Masak buat makan malem (nasi, mi instan + sawi, sarden, kornet sapi), buat minuman hangat jahe susu, hujan mulai reda

18.30
Bawah puncak
Sholat
Sambil nunggu makanan mateng, sholat dulu masbroo

19.00
Bawah puncak
Makan malem
Makan malem bareng seadanya terasa nikmat diselingi canda tawa, laler yg guyonannya mengarah ke mesum plus maho, worem yg ngomporin guyonannya laler biar tambah hot..haha, peped yg kalem tp menghanyutkan sekali nyletuk (sasaran utama buat dikerjain sm peped yaitu kadivnya, jahat sekali yaa?? junior ngerjain senior :D), jaiman yg berusaha menjadi pemuas nafsu laler...wkwkwk, sama mader yg sibuk membuka semua snack yg dibawanya buat makan rame2, manstabbbbb masbrooo, hangat sekali tenda saat itu, g bs digambarkan dg kata2 pokoknya (asli ini bkn lebay tp mendramatisir sdkit, hahahahhhh)

19.30
Bawah puncak
Ngobrol-ngobrol
Ngobrol-ngobrol, makan snack, lomba kentut (laler plg jago dlm hal ini, parahhhh), canda tawa bareng panitia, sharing ini itu, sampai sesi curcol (hayoooo2 kadivnya curhat naksir sama salah satu siswa hlo, ngaku aj kak sundul drpd di blow up di sini hlo ^^), hahaha

20.00
Bawah puncak
Tidur
Berharap esok cerah dapet sunrise *wish. Btw kita dpt bonus pas mau tidur, sekitar tenda ada hewan yg keknya ngelilingan tenda nyari makan (sepertinya hlo ato cm perasaan kita). Tips buat ngilangin pikiran yg aneh2...doa broo, g usah neko2, tetep fokus dan logis J
Minggu
15/4/12
04.30
Bawah puncak
Bangun, sholat shubuh


05.00
Bawah Puncak
Masak
Masak buat sarapan pagi dengan menu nasi, mi instan + sawi, sosis, kornet nikmatnyaaaa..plus minuman hangat. Masak kali ini yg terasa agak lumayan dibanding masak hari2 sblumnya krn penghabisan dr segala logistik tersisa...wuenakkkk sekaleeeee broooo :D

06.00
Bawah puncak
Sarapan
Sarapan bareng penuh kehangatan, kebetulan semalem cuaca mendukung, tidak hujan. Hbs sarapan tp msh laper (worem sm peped) masak pisang bakar + coklat + susu milo bubuk, josss sekali...tmbh buncit ni perut, buncit tp te2p terseksi sedunia, hahahahhh. Pagi itu hujan sebentar kemudian reda, Alhamdulillah

07.30
Bawah puncak
Bongkar tenda
Bongkar tenda rame-rame, packing, pungut sampah sisa masak. Dan semuanya basah, tenda pun semakin berbobot bertambah berat dpt bonus air hujan -__-


(bongkar tenda dulu bro, packing, siap2 turun)

08.20
Puncak Cikuray
Menuju puncak
Sampai puncak foto-foto lagi, bercengkerama dengan pendaki lain dari Bandung, foto bareng, mulai mencari jalur Bayongbong, sempat bingung mana jalur Bayongbong, akhirnya kami memutuskan untuk melewati jalur di depan bangunan shelter puncak (bila dari jalur Cilawu kita membelakangi bangunan shelter puncak, maka jalur Bayongbong ada tepat di depan bangunan shelter), sempat ragu kami kira itu jalur Cikajang


(foto2 puncak brg pendaki dr Bandung sblm turun gunung J)

08.40
Puncak Cikuray
Mulai turun
Turun sambil bersih gunung (memungut sampah yang ditinggalkan pendaki yang kurang peduli lingkungan), mudah2an tdk ada lg pendaki yg meninggalkan sampahnya sembarangan J

09.00
Bawah puncak (jalur Bayongbong)
Berhenti sejenak
Sempat ragu apakah jalur yang kami lewati benar jalur Bayongbong kami kira lewat Cikajang, kami putuskan untuk terus melewati jalur tersebut dengan rapat pemutusan jalur mana yg akan dipilih.

09.30
Tempat Lebar I (2.564 mdpl S:07`19’22,5” E:107`51’30,6”)
Istirahat sejenak
Dokumentasi + ploting GPS + memberi tanda medan (tali rafia), tempat lebar cukup untuk mendirikan tenda, mungkin itu pos, mulai yakin jalur yang kami lewati adalah jalur Bayongbong

09.40
Tempat Lebar II (2.537 mdpl S:07`19’21,1” E:107`51’21,8”)
Istirahat sejenak
Dokumentasi + ploting GPS + memberi tanda medan (tali rafia), tempat tersebut selebar Tempat Lebar I, jalan mulai sulit karena tertutup paku-pakuan lebat dan ranting pohon yang menghalangi, terpaksa kami buka jalur pake golok, menurut info kami yang peroleh memang jalur Bayongbong jalur baru dan jarang dilewati oleh pendaki, rata-rata pendaki yang naik Cikuray kebanyakan akan turun melewati jalur Cilawu, tapi jalur Bayongbong tidak terlau nge-track seperti jalur Cilawu. Laler pun mulai suka terjatuh...licin broooo, apalagi pake sepatu futsal, ckckck


(si peped beraksi membuka jalur dg goloknya yg sayang sekali g tajem, repottt brooo)

10.12
Tempat Lebar III (2.412 mdpl S:07`19’21,1” E:107`51’21,8”)
Istirahat sejenak
Dokumentasi + ploting GPS + memberi tanda medan (tali rafia), jalur semakin tertutup paku-pakuan yang semakin lebat, sepanjang jalur juga ditemukan jejak hewan mamalia yang masih baru mungkin babi hutan, berharap mdh2an tdk ada babi hutan yg nongol di depan kita tiba2. Harusnya kalopun muncul udh takut sm sodaranya...sebut saja Lal*r (wkwkwkwk just kidding buat yg merasa namanya disebut :DDD)


(lebatnya paku2an + ranting pohon sepanjang jalur bayongbong)

11.17
Tempat Lebar IV (2.197 mdpl S:07`19’21,1” E:107`51’21,8”)
Istirahat sejenak
Dokumentasi + ploting GPS + memberi tanda medan (tali rafia)

11.46
Tempat Lebar V (2.077 mdpl S:07`19’21,1” E:107`51’21,8”)
Istirahat sejenak
Dokumentasi + ploting GPS + memberi tanda medan (tali rafia), perkebunan dan perkampungan warga mulai terlihat jelas (sudah keluar dari hutan), kemudian jalur berupa seperti parit aliran air hujan yang tertutup semak rapat, semakin berat membuka jalurnya, dan harus hati-hati karena licin dan lubang sepanjang jalur yang tertutup semak tidak kelihatan

13.00
Simpang Perkebunan (1.612 mdpl S:07`18’33,8” E:107`50’3,7”)
Istirahat sejenak
Menunggu tim yang lain karena salah satu dari kami (peped) ikut panitia berjalan dulu rencana ingin mencari angkot/pickup tp karena ada persimpangan terpaksa menunggu tim yang lain (peped, kak sundul, kak botak), di persimpangan perkebunan ini terdapat plang putih bertuliskan “TANAH TITISARA WASPADA”, sebelum menemukan persimpangan ini tim melalui kebun kopi penduduk (tidak seperti jalur Cilawu yang cirinya adalah kebun teh). Bila dari atas setelah sampai di persimpangan ini, kita ambil jalan yang belok kanan.


(plang persimpangan perkebunan jalur Bayongbong)

13.30
Desa Pamalayan (1.410 mdpl S:07`18’33,9” E:107`50’3,7”)
Istirahat
Tim dan panitia istirahat di ujung Desa Pamalayan, tepatnya di bangunan seperti gudang pupuk/pos ronda (agak kurang tahu itu bangunan apa). Minum + makan snack yang tersisa + jajan makanan kecil. Peped mencari kendaraan yang bisa nganter sampai Jalan Raya Bayongbong, akhirnya setelah nanya penduduk setempat yang baik hati mau nyariin pickup sayur buat nganter sampai jalan Bayongbong (Rp70.000) dianter sampai Masjid Besar Al Ikhlas Bayongbong biar bisa bersih-bersih + sholat


(istirahat dulu masbro di bangunan yang mirip gudang pupuk/pos ronda, desa Pamalayan)

14.30
Masjid Besar Al Ikhlas Bayongbong
Bersih-bersih, sholat
Bersih-bersih, sholat jamak dzuhur ashar, nyari angkot yang bisa sampai ke terminal Guntur, Garut. Akhirnya dapet angkot warna putih kuning langsung ke terminal Guntur (per orang Rp3.000)


(saat istirahat plus bersih2 di Masjid Besar Al Ikhlas Bayongbong)

15.45
Terminal Guntur, Garut
Nyari Bis Primajasa
Nyari Bis Primajasa jurusan Terminal Lebak Bulus. Sempat diwarnai kebingungan karena terminal Gunturnya ilang, ternyata terminalnya di belakang terminal angkot kami turun, haha. Tanpa nunggu Bis Primajasa langsung berangkat.

20.30
Terminal Lebak Bulus
Nyari angkot 08
Nego harga, akhirnya mau nganter sampai gerbang Bintaro Kampus STAN (per orang Rp5.000)

21.30
Gerbang Bintaro Kampus STAN
Langsung menuju Posko STAPALA
Sambutan hangat dai temen-temen STAPALA yang seakan merindukan kedatangan kami tim Mabim II Gunung Hutan (Pendakian Gunung Cikuray). Alhamdulillah semua berjalan lancar. Thank to Allah SWT, panitia Mabim GH II, temen-temen peserta mabim (Peped, Worem, Mader, Jaiman, Laler)

Pasca perjalanan
               i.     Evaluasi
Ø Latihan Fisik
Latihan fisik rutin sangat diperlukan untuk mempersiapkan fisik dalam sebuah pendakian gunung. Apabila sering melakukan olahraga paling tidak jogging, hal tersebut sangat berguna sekali saat melakukan pendakian gunung, misalnya untuk meminimalisir kram kaki, terutama bagi pendaki yang belum pernah naik gunung.
Banyak diantara kami yang malas melakukan olahraga (OKA) dalam persiapan mabim kali ini. Banyak anggota divisi mabim yang bentrok dengan kegiatan lain/kuliah. Untuk mengatasi masalah tersebut bagi yang tidak bisa ikut OKA jam 06.00-07.00 wajib OKA pada sore hari. 
Ø Materi
Materi dalam mabim gunung hutan gelombang II di Gunung Cikuray ini lumayan baik. Bermodal evaluasi dari mabim gunung hutan gelombang I di Gunung Cikuray, materi yang tidak sempat dipraktekan di mabim I bisa dipraktekan di mabim II kali ini, seperti penggunaan GPS untuk keperluan plotting tempat-tempat yang dianggap perlu dilakukan plotting saat pendakian.
Ø Manajemen Perjalanan
Manajemen perjalanan yang dibuat bisa dilakukan semua kegiatannya sewaktu pendakian. Semua anggota tim melakukan kegiatan sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing. Waktu yang dijadwalkan dalam manajemen perjalanan bisa dijalankan dengan lancar, cuma ada sedikit perbedaan waktu dari yang telah dijadwalkan, yakni bisa lebih cepat dari yang diperkirakan dalam manajemen perjalanan yang telah dibuat.
Ø Perlengkapan
Secara keseluruhan, perlengkapan yang dibawa dalam mabim ini telah lengkap tanpa ada yang kurang dari list barang-barang perlengkapan yang harus dibawa.
Ø Transport
Transport agak melenceng dari perkiraan awal. Biaya transport membengkak untuk keperluan menyarter mobil carry dari terminal Guntur, Garut sampai pemancar. Dalam manajemen perjalanan dari jalan raya Patrol, Cilawu sampai pemancar long march, tapi karena masalah cuaca yaitu hujan yang sangat deras terpaksa kami menyarter mobil carry.
Ø Konsumsi
Konsumsi tidak ada masalah, mencukupi selama pendakian tanpa merasa kekurangan apalagi kelaparan. Jadwal untuk masak juga berjalan sesuai harapan, hanya saja untuk sarapan pagi hari Sabtu 14/4/12 gagal dilaksanakan karena faktor lokasi (di kantor pos penjagaan terminal Guntur, Garut).
Ø Dokumentasi
Secara umum dokumentasi telah dilaksanakan dengan baik dan lancar. Tapi ada sedikit kekurangan, yaitu kurang banyak gambar yang kami ambil dan dokumentasi hanya foto saja tanpa ada video.
             ii.     Penutup
Demikian laporan perjalanan mabim gunung hutan gelombang II di Gunung Cikuray, Garut, Jawa Barat ini kami susun dan tulis. Semoga bermanfaat bagi siapa saja pihak yang kiranya membutuhkan, khususnya bagi anggota STAPALA yang akan melakukan kegiatan serupa. Banyak cerita yang tidak bisa kami tuangkan secara detail di dalam laporan perjalanan ini, karena terlalu banyak cerita dan kenangan yang tidak cukup bila hanya dituangkan di sini. Terlalu sulit untuk diceritakan kisah ini dalam sebuah kata-kata J. Maaf juga apabila kami tidak sempat mengabadikan setiap momen dalam sebuah gambar. Cerita ini, kenangan ini, kisah ini mudah-mudahan akan selalu kami kenang.
Gunung Cikuray menyadarkan kami akan Kuasa Allah SWT yang tak terkira ini, membukakan mata hati kami akan segala pemberian-Nya di bumi ini, mengingatkan kami untuk selalu bersyukur atas segala apa yang dilimpahkan kepada kita semua. Subhanallah. Mudah-mudahan banyak yang bisa kita dapatkan setelah melakukan pendakian ini paling tidak bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Amiin.

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.” Soe Hok Gie