Selasa, 08 Mei 2012

Cikuray Mt, Garut, Jawa Barat

Alhamdulillah Mabim Gunung Hutan ini telah selesai kami laksanakan dengan mendaki  Gunung Cikuray (2.813 mdpl), Garut, Jawa Barat lewat jalur pendakian Cilawu (Dayeuh Manggung). Peserta adalah siswa Diklat STAPALA 2012 Gunung Hutan gelombang II, yaitu: 

1. Budi Sulistyo (Peped)
2. Ainurrofiq (Worem)
3. Izazi Mulya Putra (Mader)
4. Giovari Max Purnama (Jaiman)
5. Adventa Pesoraisa Tarigan (Laler)

Kegiatan ini didampingi juga didampingi oleh beberapa 3 senior STAPALA yang baik hati dan tidak sombong (kak Sundul sebagai kadiv Gunung Hutan, kak Botak, kak Oblok). Secara administratif Gunung Cikuray terletak di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Tepatnya di selatan Kota Garut, diantara empat Kecamatan yaitu  Kecamatan Cilawu, Kecamatan Bayongbong, Kecamatan Pamalayan dan Kecamatan Cikajang. Gunung Cikuray merupakan Gunung tertinggi keempat di Jawa Barat dengan ketinggian 2.813 mdpl.

Untuk mendaki sampai kepuncak Cikuray, ada dua jalur yang umum dilalui. Pertama melalui perkebunan teh Dayeuh Manggung, Cilawu dan perkebunan Giri Awas, Cikajang. Sementara jalur lainnya yang bisa dikatakan terpendek menuju puncak adalah melalui desa Cihuru-Cigedug Kecamatan Bayongbong dan dari Desa Pamalayan. Namun, jalur ini sangat jarang dilalui orang, dikarenakan kondisi jalurnya sudah tidak begitu jelas dan medannya ditumbuhi hutan yang relatif lebih rapat.

Kami memutuskan mendaki melalui jalur Cilawu yang berada di daerah Dayeuh Mangung yang merupakan nama perkebunan teh nusantara yang dikelola PT.PN VII. Untuk mencapai perkebunan teh ini, setelah naik angkot jurusan Garut-Cilawu, turun di Patrol. Dari perkebunan teh Dayeuh Manggung, masih sekitar 10 km lagi untuk mencapai titik awal pendakian, yakni tempat beberapa pemancar televisi berada seperti TVRI, INDOSIAR, RCTI, ANTV dan TPI. Karena faktor cuaca yang saat itu hujan deras kami memutuskan untuk mencarter mobil carry dari Terminal Guntur, Garut sampai ke pemancar.


Pra Kegitan
Persiapan fisik :
OKA WAJIB setiap hari, mulai tanggal 2-12 April, selama satu jam perhari, paket lari, push up, sit up, back
up, skotras. Usahakan OKA bareng mulai pukul 06.00-07.00 setiap harinya. Kumpul di posko.
Kumpul Cek Perlengkapan:
Kamis malam tanggal 12 April  pukul 19.00-21.00 di posko (dalam konfirmasi). SEMUA perlengkapan
dibawa.
*ngumpul duit Rp150.000

Check list perlengkapan pribadi :
1.         Carrier + cover bag + matras + peluit + trash bag
2.         Sepatu gunung
3.         Sleeping bag
4.         Alat ibadah
5.         Slayer, topi rimba
6.         Celap 2, baju cadangan 3, jaket/sweater 1, balaclava, sarung tangan, kaos kaki 2, CD 2
       *Celana panjang dan baju lengan panjang, karena jalan sempit padang ilalang.
7.         Ponco (kalo bisa raincoat)
8.         Senter/headlamp, baterai cadangan, lampu cadangan
9.         Pisau
10.     Air 4 @1500ml (berangkat yang diisi satu saja)
11.     Mie Instant 2 bungkus, sarden 1,energen 2, kopi 1 sachet, Jahe 2 sacheet, susu 2 sacheet
12.     Alat makan (piring, gelas, sendok)
13.     HP
14.     Mitela
15.     Trash bag 2, Kresek 2
16.     Jam tangan
17.     Identitas (sekalian difotokopi)
18.     Snack (termasuk cokelat) selama di bus dan pendakian (pergi dan pulang)
19.     1 bungkus roti sobek sari roti.
20.     Minuman puncak (minuman bersoda)
“tidak ada barang yang tidak dibutuhkan di dalam carrier”

Pembagian tugas dan barang kelompok :
1.      Catper
2.      Camera (baterai cad)
3.      Rokok
4.      Bendera STAPALA
5.      GPS
6.      Tissu basah dan kering
7.      Kompas
8.      Lakban hitam
9.      Lilin 2
10.  Cokelat tambahan
11.  Kompor 2
12.  Nasting (1 set)
13.  Gas 2
14.  Korek gas dan kayu
15.  Medis (minyak tawon, norit, betadin, plester, kain kassa, alkohol, handsaplas, tolak angin sachet 6, gula jawa 10, asam jawa 10, garam dapur 1,minyak kayu putih, panadol)
16.  Kompas
17.  Flysheet (tali pramuak n rafia)
*) 
  1.    Peped  : ketua, cat perjalanan (alat tulis), camera (baterai cad), rokok, peta, bendera, alat jahit
2.    Mader  : koki, tissue basah + kering, lakban hitam, lilin 2, cokelat tambahan.
3.    Worem : co-koki, kompor+nesting (2 set), gas, korek api (gas+batang),
4.    Jaiman : kompas, flysheet (tali pramuka + rafia) 1 set, habbatussauda
5.    Laler :golok (3 hari sebelumnya ngomong ke Sundul, nyari pinjeman), medis*
* minyak tawon, norit, betadin, plester, kain kassa, alkohol, handsaplas, tolak angin sachet 6, gula          jawa 10,  garam dapur 1,minyak kayu putih, panadol
Konsumsi :
1.      Beras 3 botol (sisa diklap/gratis)
2.      Roti1 (Rp10.000)
3.      Sawi (Rp3.000)
4.      Pisang (Rp6.000 (1 sisir))
5.      Minyak (1/4 liter)
6.      Cornet (1) + sosis (5) + sarden 2
7.      Telur (4)
8.      Gula jawa 2 bungkus (sebungkus isi 5 keping)
9.      Garam 1 bungkus
  
Sesuatu hal lain di Gunung Cikuray :
Berdasarkan hasil dari googling, ada beberapa masalah diantaranya:
1.    Babi Hutan
Bisa membuat panik jika dikejar, ingat babi hutan lari susah berbelok.
2.    Sumber air minum
Solusi: Hemat air
3.    Bus biasanya padat, tidak menutup kemungkinan berdiri
Solusi: bersabar

Biaya-biaya

No.
Hal
Perkiraan Biaya Awal
Realisasi Biaya
Keterangan
1.
Konsumsi
Rp30.000
Rp30.000
Konsumsi kelompok (beras 1 lt, roti, sawi, pisang, minyak ¼ lt, kornet 1 kaleng, sosis 5 biji, sarden 2 kaleng
2.
Transportasi berangkat




a.      Angkot Bintaro – Terminal Lebak Bulus
Rp6.000
Rp7.000
Angkot 09 (Rp2.000), angkot 08 (Rp5.000)

b.      Bus ke Terminal Guntur, Garut
Rp35.000
Rp35.000
Bus Primajasa

c.      Angkot dari terminal Garut – Cilawu (warna biru putih)
Rp5.000
Rp21.000
Rencana awal ngangkot sampai pintu kebun teh, akhirnya nyarter mobil carry sampai pemancar (biaya membengkak)

d.      Lain-lain
Rp4.000
-

3.
Transportasi pulang




a.      Angkot Cibayongbong – arah terminal Guntur, Garut        
Rp6.000
Rp3.000
Angkot putih kuning

b.      Bus ke Terminal Lebak Bulus        
Rp35.000
Rp35.000
Bis Primajasa

c.      Angkot dari terminal Lebak Bulus – Bintaro
Rp6.000
Rp5.000
Nyarter angkot 08 sampai pintu Bintaro kampus STAN

d.      Lain-lain
Rp3.000
Rp9.000
Membengkak untuk biaya nyarter pickup dari Desa Pamalayan sampai Jalan Raya Bayongbong
Total
Rp130.000
Rp145.000
Membengkak sebesar Rp15.000



Rencana Perjalanan Mabim Gunung Hutan STAPALA Gunung Cikuray 2.813 mdpl 13-15/4/2012
Hari
Pukul
Lokasi
Kegiatan
Keterangan Tambahan
Jum’at
13/4/12
15.00
Posko STAPALA
Persiapan, packing, kumpul sebelum berangkat


17.00
Gerbang Bintaro
Ke terminal Lebak Bulusà Naik angkot 09 ganti 08


18.00
Terminal Lebak Bulus
Nunggu Bis Primajasa berangkat


23.00
Terminal Garut
Sampai terminal
Masak nasi (1/2 botol) buat sarapan pagi, makan roti pribadi
Sabtu
14/4/12
24.00
Masjid terminal
Tidur


04.00
Masjid terminal
Bangun
Masak I
Mi (2), telur (1), cornet (1), sawi

04.30
Masjid terminal
Shubuh
Sarapan



Nyari angkot ke Cilawu


06.00
Patrol, Cilawu, Pintu Kebun Teh Dayeuh Manggung
Turun dari angkot,  minta ijin satpam yang jaga kebun teh, meminta air di rumah penduduk
Sebelum melewati kebun teh


06.00

Start jalan menuju stasiun pemancar


09.00
Stasiun pemancar
Istirahat
Makan (snack pribadi)/minum


Stasiun pemancar
Minta ijin ngambil air kepada pegawai stasiun pemancar


10.00
Stasiun pemancar
Beres-beres, packing, persiapan melanjutkan perjalanan


11.30
Pos 1
Istirahat sebentar lalu lanjut jalan
Ada plang bertuliskan PALINDO dengan lapak yang cukup luas

13.30
Pos 2
Istirahat sebentar lalu lanjut jalan, makan roti kelompok
Ada plang bertuliskan PALINDO lagi, Pos 2 lebih luas dari Pos 1

16.00
Pos 3
Istirahat
Ada plang bertuliskan Pos 3

18.00
Puncak
Bongkar tas, buat tenda
Tenda pake dome/flysheet


Puncak
Masak II
Nasi (1/2 botol) +  mi (3) + cornet (1) + sayur
Jamak maghrib-isya


Puncak
Selesai makan lalu ngobrol2



Puncak
Membuat yang hangat2 (menyalakan api unggun/lilin)
Buat kopi/susu/wedang jahe
Makan pisang secukupnya


Puncak
Tidur

Minggu
15/4/12
04.30
Puncak
Bangun, sholat shubuh


05.00
Puncak
Menikmati sunrise



Puncak
Puncak, narsis, foto2 ria
Alhamdulillaaahhh, minum minuman puncak


Puncak
Rehat sejenak
Masak III
Nasi (1/2 botol) +  mi (2) + sarden (1) + sosis (3) + sawi
Makan pisang sisa td malem

08.00
Puncak
Persiapan turun


08.00
Puncak
Mulai turun
Turun lewat Cibayongbong

10.00
Pos 3
Istirahat bentar


12.00
Pos 2
Istirahat bentar
Sebelum 12.30 HARUS sudah lewat

14.00
Pos 1
Istirahat bentar
Makan Roti III

15.00
Rumah penduduk (pangkalan susu)
Masak IV
Nasi (1/2 botol) +  mi (3) + sarden (1) + sosis (2) + sawi

17.00
Jalan Raya Cibayongbong
Istirahat bentar




Nyari angkot menuju terminal Garut



Terminal Garut
Nyari Bis menuju Jakarta



Terminal Lebak Bulus
Nyari angkot ke Bintaro



Posko
Istirahat
Alhamdulillaaaahhh

Catatan Perjalanan Mabim Gunung Hutan STAPALA Gunung Cikuray 2.813 mdpl 13-15/4/2012 (Realisasi Rencana Perjalanan)
Hari
Pukul
Lokasi
Kegiatan
Keterangan Tambahan
Jum’at
13/4/12
16.30
Posko STAPALA
Kumpul, packing, share barang kelompok
Bagi2 alat dan barang kelompok [Catper, Camera (baterai cad), Rokok, Bendera STAPALA, GPS, Tissu basah dan kering, Kompas, Lakban hitam, Lilin 2, Cokelat tambahan, Kompor 2, Nasting (1 set), Gas 2, Korek gas dan kayu] sambil nunggu si worem pulang kuliah...maklum rajin bener kuliah sampe petang, thumbs up :D

18.00
Posko STAPALA
Sholat maghrib
Sholat maghrib dulu masbroooo di mushola balai diklat DJKN, kampus STAN

18.30
Posko STAPALA
Briefing singkat sebelum berangkat, persiapan, pelepasan oleh panitia diklat STAPALA 2012
Pelepasan dipimpin langsung oleh ketum STAPALA kak Razet 764 diikuti oleh senior-senior STAPALA yg lain (maaf g bs disebutin satu persatu)

19.00
Gerbang STAN Bintaro
Start berangkat menuju terminal Lebak Bulus
Naik angkot 09 turun di perempatan Bintaro disambung dengan angkot 08, sambil nunggu jaiman ambil uang di ATM di perempatan Bintaro

19.55
Terminal Lebak Bulus
Langsung menuju bis Primajasa jurusan Lebak Bulus - Garut
Tanpa menunggu lama bis pun langsung berangkat, bis AC-eko yang nyaman, murah di kelasnya...haha malah promosi, tp beneran Primajasa emg bis plg recommended masbro J terbukti jaiman sm laler lgsg molor :D

20.05
Terminal Lebak Bulus
Berangkat menuju Garut
Tidur nyaman sepanjang perjalanan, tau2 udh nyampe Terminal Guntur, Garut...penumpang terakhir yg turun, eksklusif kalii bah kita2 ini, hahahah
Sabtu
14/4/12
00.40
Terminal Guntur, Garut
Sampai di terminal Garut
Bingung mencari tempat istirahat (tidur), akhirnya ada bapak polisi yang baik hati menawari tempat istirahat di mushola pos penjagaan terminal Guntur (ditanya pak pol, dg jurus memelas akhirnya belas kasihan si pak pol muncul, suwun2 pak J) Alhamdulillah

01.00
Pos polisi terminal Guntur, Garut
Bersih-bersih, sholat isya’, tidur nyenyak
Sungguh nyaman tidur malam itu...bayangkan aj misalnya cm dpt t4 tidur di emperan toko, Alhamdulillah yaahh, sesuatuu bgt, hehe

04.30
Pos polisi terminal Guntur, Garut
Bangun, sholat shubuh
Rencana awal mau masak buat sarapan gagal, g enak sm pak pol kalo masak di pos penjagaan, akhirnya nahan laper bentar...

05.05
Pos polisi terminal Guntur, Garut
Persiapan berangkat
Pamitan sama pak polisi yang baik hati, ngucapin terima kasih, beribu2 terima kasih, sambil dikasih wejangan sblm berangkat plus cerita jaman muda jaman perjuangan beliau, lumayan lama tp bermakna..suwun2 pak pol


(foto2 dulu sm pak pol yg baik hati di depan pos penjagaan terminal Guntur)

05.20
Terminal Garut
Sarapan seadanya
Sambil sibuk nyari angkot yang menuju Cilawu, akhirnya ditawarin ibu-ibu penjual nasi carteran mobil carry menuju Cilawu, nego oleh Peped akhirnya diperoleh kesepatan harga Rp130.000 dianter sampe pemancar, tp akhirnyaaa.....apa mau di kata (tunggu cerita selanjutnya, hehehe)

05.35
Terminal Garut
Berangkat menuju Patrol, Cilawu
Agak meleset dari perjanjian awal carteran mobil carry yang tadinya mau nganter sampai pemancar cuma berhenti sampai tengah-tengah kebun teh, nego diulang akhirnya pak sopir mau nganter sampai pemancar dengan catetan biaya berubah jd Rp200.000, di sepanjang jalan cm bs berdoa mdh2an lancar sampe pemancar, apalagi ngliat kondisi saat itu yg ujan deres plus jarak pandang cm 5 meteran, ckckck. Di tengah perjalanan ada sedikit masalah (pdhl tgl sdkt lg nyampe pemancar, sdh rejeki kita mungkin, hadapi dg senyuman saja brooo J) ban mobil selip ke selokan, hujan pas lagi deres-deresnya, akhirnya dapet fitnes gratis ngangkat rame-rame mobil dibantu penduduk setempat yang baik hati, Alhamdulillah. Bonus kedinginan plus semprotan lumpur ban belakang, haha...kak Botak sedikit mandi lumpur sepertinya, hoho

07.55
Pemancar (1.515 mdpl S:07`18’19,3” E:107`52’50,2”)
Istirahat sebelum naik
Masak mi instan +  nasi + sarden, sambil menghangatkan diri di depan pemancar di sebuah gubug kecil beratap terpal. Sblm masak datanglah penduduk sekitar yg ramah, beliau minta kita mengisi daftar pendakian sblm melakukan pendakian demi keselamatan kami sebut saja Kang Asep. Tak lupa beliau ngasih CP ke kita kalo sewaktu2 pgn ndaki Cikuray lg bs buat nanyain info2 ex:cuaca di Cikuray biar bs lbh tau keadaan lgsg Cikuray, buat ngabarin jg kalo kita udh nyampe puncak dg selamat, ato misal kita g turun lwt Cilawu lg buat ngabarin kalo kita lwt jalur lain terutama ngabarin bhwa kita udh nyampe bawah selamat tanpa halangan suatu apapun, salut buat orang-orang seperti beliau yg tk minta sepeserpun uang dr kami, nuhun pisan atuh kang Asep [CP:085222029228/081313745958]
(masak buat sarapan, dr kiri:mader, worem, laler)
(Kang Asep (yg jongkok) brg temennya)

09.20
Pemancar (1.515 mdpl S:07`18’19,3” E:107`52’50,2”)
Start pendakian
Tak lupa kami berdoa bersama sblm memulai pendakian, meminta keselamatan Allah SWT, mendaki berdelapan kembali berdelapan tk lbh tk kurang J  dan tk lupa berpamitan sm Kang Asep

09.30
Di atas pemancar
Ngambil air
Ngambil air di sungai kecil +- 20 meter di bawah jalur (tepatnya di atas pemancar ada persimpangan kecil di tengah kebun teh, belok ke kanan turun, sumber air berada di dkt bangunan lama seperti bekas toilet umum) oleh peped, worem sm jaiman, si mader menunggu barang2 kami di atas brg panitia
(pemancar dr atas kbn teh di persimpangan t4 ngambil air)

09.45
Di atas pemancar
Melanjutkan pendakian
20 menit melewati perkebunan teh akhirnya tim mulai memasuki hutan, jalan masih belum terlalu menanjak

10.35
Pos 2
(1.888 mdpl S:07`18’49,9” E:107`52’26,6”)
Istirahat sejenak
Dokumentasi pos + ploting GPS, langsung Pos II yang kami temui, Pos I tidak ada keterangan yang jelas, tapi sebelum Pos II kami menemukan tempat lebar sekitar 200 m di bawah Pos II, mungkin itu Pos I, si Mader mulai srg minta istirahat..kecapean mgkin (ini nih gr2 OKAnya kurang, hayo2 ngaku2 :p)
(pos II dg tanda plang kuning kecil di pohon)

11.02
Pos 3
(2.003 mdpl S:07`18’50,1” E:107`52’26,6”)
Istirahat sejenak
Minum, makan snack kecil, dokumentasi pos + ploting GPS, jalur mulai curam (nge-track) makanya si Mader tambah srg minta istirahat..pdhl yg lain jg minta istirahat, cm gengsi aj mgkin mau ikt minta istirahat, mgkin jg panitia sbenernya minta istirahat :p hahaha
(panitia yg jg minta istirahat..hayooo, ketauan :D)
(pos III dg tanda plang kuning kecil dan plang bertuliskan PALINDO di atasnya)

12.09
Pos 4
(2.238 mdpl S:07`18’56,4” E:107`52’22,4”)
Istirahat sejenak
Minum, makan snack kecil, dokumentasi pos + ploting GPS
(dari kiri:laler, peped, worem, jaiman, mader)

13.07
Pos 5
(2.390 mdpl S:07`19’15,6” E:107`52’5,0”
Istirahat sejenak
Minum, dokumentasi pos + ploting GPS
(pos V dg tanda plang kuning kecil di pohon)

13.29
Puncak bayangan (2.482 mdpl S:07`19’15,6” E:107`52’5,0”)
Ishoma
Istirahat, sholat jamak dzuhur-ashar, si worem buat minuman hangat energen buat rame2..hangatnyaaa, nikmatnyaaa, oh mantabs J. Di puncak bayangan ini tempatnya lebih lebar dibandingkan pos2 lain dan agak terbuka tembatnya, pohon tidak terlalu rapat.
(plang bertuliskan PUNCAK BAYANGAN di pohon)

14.08
Puncak bayangan (2.482 mdpl S:07`19’15,6” E:107`52’5,0”)
Melanjutkan pendakian
Karena mulai gerimis lanjut lagi perjalanan setelah selesai istirahat. Walau hujan mulai menerjang tak jd halangan, semangat semangat kakaks...puncak tinggal selontaran ketapel lagi, itu kecium itu hlo puncaknyoooo J
(saat gerimis mulai turun perjalanan pun kembali dilanjutkan)

15.13
Pos 6
(2800 mdpl S:07`19’18,6” E:107`51’36,8”)
Istirahat sejenak
Minum, dokumentasi pos + ploting GPS.
(pos VI dg tanda plang kuning kecil di pohon)
Tak lama kami di pos IV ini, sudah kebelet kepingin muncak, apalagi gerimis semakin gerimis...drpd nambah basah mending buruan muncak, buruan ngecamp, buruan bikin yg anget2, jangan ngeres ya kakaks pikirannya :p

15.30
Puncak Ciremai (2.833 mdpl S:07`19’22,6” E:107`51’30,7”)
Menikmati puncak
Alhamdulillah, istirahat, foto-foto ria buat dokumentasi, ploting GPS, sayang sekali view agak kurang bagus karena puncak diselimuti kabut, tp hujan mulai reda, mulai mencari tempat buat bikin tenda, akhirnya diputuskan buat tenda di bawah puncak (+- 10 meter di bawah puncak) dg segala pertimbangan tentunya J
(narsis di depan bangunan shelter puncak Cikuray mengibarkan bendera STAPALA)

16.30
Bawah puncak
Mendirikan tenda buat istirahat
Buat tenda (2 tenda sm panitia) berhadapan dengan tengah sebagai dapur, pas setelah selesai buat tenda hujan, Alhamdulillah. Di dalam tenda pun tk lupa kami narsis...ckckc parah masbrooo :D
(jaiman sm laler posisi 4play..hahahah)


(mader sm worem pose alay..hoho)


(peped sang koki yg lg sibuk masak..bantuin woy!! haha)

17.30
Bawah puncak
Masak
Masak buat makan malem (nasi, mi instan + sawi, sarden, kornet sapi), buat minuman hangat jahe susu, hujan mulai reda

18.30
Bawah puncak
Sholat
Sambil nunggu makanan mateng, sholat dulu masbroo

19.00
Bawah puncak
Makan malem
Makan malem bareng seadanya terasa nikmat diselingi canda tawa, laler yg guyonannya mengarah ke mesum plus maho, worem yg ngomporin guyonannya laler biar tambah hot..haha, peped yg kalem tp menghanyutkan sekali nyletuk (sasaran utama buat dikerjain sm peped yaitu kadivnya, jahat sekali yaa?? junior ngerjain senior :D), jaiman yg berusaha menjadi pemuas nafsu laler...wkwkwk, sama mader yg sibuk membuka semua snack yg dibawanya buat makan rame2, manstabbbbb masbrooo, hangat sekali tenda saat itu, g bs digambarkan dg kata2 pokoknya (asli ini bkn lebay tp mendramatisir sdkit, hahahahhhh)

19.30
Bawah puncak
Ngobrol-ngobrol
Ngobrol-ngobrol, makan snack, lomba kentut (laler plg jago dlm hal ini, parahhhh), canda tawa bareng panitia, sharing ini itu, sampai sesi curcol (hayoooo2 kadivnya curhat naksir sama salah satu siswa hlo, ngaku aj kak sundul drpd di blow up di sini hlo ^^), hahaha

20.00
Bawah puncak
Tidur
Berharap esok cerah dapet sunrise *wish. Btw kita dpt bonus pas mau tidur, sekitar tenda ada hewan yg keknya ngelilingan tenda nyari makan (sepertinya hlo ato cm perasaan kita). Tips buat ngilangin pikiran yg aneh2...doa broo, g usah neko2, tetep fokus dan logis J
Minggu
15/4/12
04.30
Bawah puncak
Bangun, sholat shubuh


05.00
Bawah Puncak
Masak
Masak buat sarapan pagi dengan menu nasi, mi instan + sawi, sosis, kornet nikmatnyaaaa..plus minuman hangat. Masak kali ini yg terasa agak lumayan dibanding masak hari2 sblumnya krn penghabisan dr segala logistik tersisa...wuenakkkk sekaleeeee broooo :D

06.00
Bawah puncak
Sarapan
Sarapan bareng penuh kehangatan, kebetulan semalem cuaca mendukung, tidak hujan. Hbs sarapan tp msh laper (worem sm peped) masak pisang bakar + coklat + susu milo bubuk, josss sekali...tmbh buncit ni perut, buncit tp te2p terseksi sedunia, hahahahhh. Pagi itu hujan sebentar kemudian reda, Alhamdulillah

07.30
Bawah puncak
Bongkar tenda
Bongkar tenda rame-rame, packing, pungut sampah sisa masak. Dan semuanya basah, tenda pun semakin berbobot bertambah berat dpt bonus air hujan -__-


(bongkar tenda dulu bro, packing, siap2 turun)

08.20
Puncak Cikuray
Menuju puncak
Sampai puncak foto-foto lagi, bercengkerama dengan pendaki lain dari Bandung, foto bareng, mulai mencari jalur Bayongbong, sempat bingung mana jalur Bayongbong, akhirnya kami memutuskan untuk melewati jalur di depan bangunan shelter puncak (bila dari jalur Cilawu kita membelakangi bangunan shelter puncak, maka jalur Bayongbong ada tepat di depan bangunan shelter), sempat ragu kami kira itu jalur Cikajang


(foto2 puncak brg pendaki dr Bandung sblm turun gunung J)

08.40
Puncak Cikuray
Mulai turun
Turun sambil bersih gunung (memungut sampah yang ditinggalkan pendaki yang kurang peduli lingkungan), mudah2an tdk ada lg pendaki yg meninggalkan sampahnya sembarangan J

09.00
Bawah puncak (jalur Bayongbong)
Berhenti sejenak
Sempat ragu apakah jalur yang kami lewati benar jalur Bayongbong kami kira lewat Cikajang, kami putuskan untuk terus melewati jalur tersebut dengan rapat pemutusan jalur mana yg akan dipilih.

09.30
Tempat Lebar I (2.564 mdpl S:07`19’22,5” E:107`51’30,6”)
Istirahat sejenak
Dokumentasi + ploting GPS + memberi tanda medan (tali rafia), tempat lebar cukup untuk mendirikan tenda, mungkin itu pos, mulai yakin jalur yang kami lewati adalah jalur Bayongbong

09.40
Tempat Lebar II (2.537 mdpl S:07`19’21,1” E:107`51’21,8”)
Istirahat sejenak
Dokumentasi + ploting GPS + memberi tanda medan (tali rafia), tempat tersebut selebar Tempat Lebar I, jalan mulai sulit karena tertutup paku-pakuan lebat dan ranting pohon yang menghalangi, terpaksa kami buka jalur pake golok, menurut info kami yang peroleh memang jalur Bayongbong jalur baru dan jarang dilewati oleh pendaki, rata-rata pendaki yang naik Cikuray kebanyakan akan turun melewati jalur Cilawu, tapi jalur Bayongbong tidak terlau nge-track seperti jalur Cilawu. Laler pun mulai suka terjatuh...licin broooo, apalagi pake sepatu futsal, ckckck


(si peped beraksi membuka jalur dg goloknya yg sayang sekali g tajem, repottt brooo)

10.12
Tempat Lebar III (2.412 mdpl S:07`19’21,1” E:107`51’21,8”)
Istirahat sejenak
Dokumentasi + ploting GPS + memberi tanda medan (tali rafia), jalur semakin tertutup paku-pakuan yang semakin lebat, sepanjang jalur juga ditemukan jejak hewan mamalia yang masih baru mungkin babi hutan, berharap mdh2an tdk ada babi hutan yg nongol di depan kita tiba2. Harusnya kalopun muncul udh takut sm sodaranya...sebut saja Lal*r (wkwkwkwk just kidding buat yg merasa namanya disebut :DDD)


(lebatnya paku2an + ranting pohon sepanjang jalur bayongbong)

11.17
Tempat Lebar IV (2.197 mdpl S:07`19’21,1” E:107`51’21,8”)
Istirahat sejenak
Dokumentasi + ploting GPS + memberi tanda medan (tali rafia)

11.46
Tempat Lebar V (2.077 mdpl S:07`19’21,1” E:107`51’21,8”)
Istirahat sejenak
Dokumentasi + ploting GPS + memberi tanda medan (tali rafia), perkebunan dan perkampungan warga mulai terlihat jelas (sudah keluar dari hutan), kemudian jalur berupa seperti parit aliran air hujan yang tertutup semak rapat, semakin berat membuka jalurnya, dan harus hati-hati karena licin dan lubang sepanjang jalur yang tertutup semak tidak kelihatan

13.00
Simpang Perkebunan (1.612 mdpl S:07`18’33,8” E:107`50’3,7”)
Istirahat sejenak
Menunggu tim yang lain karena salah satu dari kami (peped) ikut panitia berjalan dulu rencana ingin mencari angkot/pickup tp karena ada persimpangan terpaksa menunggu tim yang lain (peped, kak sundul, kak botak), di persimpangan perkebunan ini terdapat plang putih bertuliskan “TANAH TITISARA WASPADA”, sebelum menemukan persimpangan ini tim melalui kebun kopi penduduk (tidak seperti jalur Cilawu yang cirinya adalah kebun teh). Bila dari atas setelah sampai di persimpangan ini, kita ambil jalan yang belok kanan.


(plang persimpangan perkebunan jalur Bayongbong)

13.30
Desa Pamalayan (1.410 mdpl S:07`18’33,9” E:107`50’3,7”)
Istirahat
Tim dan panitia istirahat di ujung Desa Pamalayan, tepatnya di bangunan seperti gudang pupuk/pos ronda (agak kurang tahu itu bangunan apa). Minum + makan snack yang tersisa + jajan makanan kecil. Peped mencari kendaraan yang bisa nganter sampai Jalan Raya Bayongbong, akhirnya setelah nanya penduduk setempat yang baik hati mau nyariin pickup sayur buat nganter sampai jalan Bayongbong (Rp70.000) dianter sampai Masjid Besar Al Ikhlas Bayongbong biar bisa bersih-bersih + sholat


(istirahat dulu masbro di bangunan yang mirip gudang pupuk/pos ronda, desa Pamalayan)

14.30
Masjid Besar Al Ikhlas Bayongbong
Bersih-bersih, sholat
Bersih-bersih, sholat jamak dzuhur ashar, nyari angkot yang bisa sampai ke terminal Guntur, Garut. Akhirnya dapet angkot warna putih kuning langsung ke terminal Guntur (per orang Rp3.000)


(saat istirahat plus bersih2 di Masjid Besar Al Ikhlas Bayongbong)

15.45
Terminal Guntur, Garut
Nyari Bis Primajasa
Nyari Bis Primajasa jurusan Terminal Lebak Bulus. Sempat diwarnai kebingungan karena terminal Gunturnya ilang, ternyata terminalnya di belakang terminal angkot kami turun, haha. Tanpa nunggu Bis Primajasa langsung berangkat.

20.30
Terminal Lebak Bulus
Nyari angkot 08
Nego harga, akhirnya mau nganter sampai gerbang Bintaro Kampus STAN (per orang Rp5.000)

21.30
Gerbang Bintaro Kampus STAN
Langsung menuju Posko STAPALA
Sambutan hangat dai temen-temen STAPALA yang seakan merindukan kedatangan kami tim Mabim II Gunung Hutan (Pendakian Gunung Cikuray). Alhamdulillah semua berjalan lancar. Thank to Allah SWT, panitia Mabim GH II, temen-temen peserta mabim (Peped, Worem, Mader, Jaiman, Laler)

Pasca perjalanan
               i.     Evaluasi
Ø Latihan Fisik
Latihan fisik rutin sangat diperlukan untuk mempersiapkan fisik dalam sebuah pendakian gunung. Apabila sering melakukan olahraga paling tidak jogging, hal tersebut sangat berguna sekali saat melakukan pendakian gunung, misalnya untuk meminimalisir kram kaki, terutama bagi pendaki yang belum pernah naik gunung.
Banyak diantara kami yang malas melakukan olahraga (OKA) dalam persiapan mabim kali ini. Banyak anggota divisi mabim yang bentrok dengan kegiatan lain/kuliah. Untuk mengatasi masalah tersebut bagi yang tidak bisa ikut OKA jam 06.00-07.00 wajib OKA pada sore hari. 
Ø Materi
Materi dalam mabim gunung hutan gelombang II di Gunung Cikuray ini lumayan baik. Bermodal evaluasi dari mabim gunung hutan gelombang I di Gunung Cikuray, materi yang tidak sempat dipraktekan di mabim I bisa dipraktekan di mabim II kali ini, seperti penggunaan GPS untuk keperluan plotting tempat-tempat yang dianggap perlu dilakukan plotting saat pendakian.
Ø Manajemen Perjalanan
Manajemen perjalanan yang dibuat bisa dilakukan semua kegiatannya sewaktu pendakian. Semua anggota tim melakukan kegiatan sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing. Waktu yang dijadwalkan dalam manajemen perjalanan bisa dijalankan dengan lancar, cuma ada sedikit perbedaan waktu dari yang telah dijadwalkan, yakni bisa lebih cepat dari yang diperkirakan dalam manajemen perjalanan yang telah dibuat.
Ø Perlengkapan
Secara keseluruhan, perlengkapan yang dibawa dalam mabim ini telah lengkap tanpa ada yang kurang dari list barang-barang perlengkapan yang harus dibawa.
Ø Transport
Transport agak melenceng dari perkiraan awal. Biaya transport membengkak untuk keperluan menyarter mobil carry dari terminal Guntur, Garut sampai pemancar. Dalam manajemen perjalanan dari jalan raya Patrol, Cilawu sampai pemancar long march, tapi karena masalah cuaca yaitu hujan yang sangat deras terpaksa kami menyarter mobil carry.
Ø Konsumsi
Konsumsi tidak ada masalah, mencukupi selama pendakian tanpa merasa kekurangan apalagi kelaparan. Jadwal untuk masak juga berjalan sesuai harapan, hanya saja untuk sarapan pagi hari Sabtu 14/4/12 gagal dilaksanakan karena faktor lokasi (di kantor pos penjagaan terminal Guntur, Garut).
Ø Dokumentasi
Secara umum dokumentasi telah dilaksanakan dengan baik dan lancar. Tapi ada sedikit kekurangan, yaitu kurang banyak gambar yang kami ambil dan dokumentasi hanya foto saja tanpa ada video.
             ii.     Penutup
Demikian laporan perjalanan mabim gunung hutan gelombang II di Gunung Cikuray, Garut, Jawa Barat ini kami susun dan tulis. Semoga bermanfaat bagi siapa saja pihak yang kiranya membutuhkan, khususnya bagi anggota STAPALA yang akan melakukan kegiatan serupa. Banyak cerita yang tidak bisa kami tuangkan secara detail di dalam laporan perjalanan ini, karena terlalu banyak cerita dan kenangan yang tidak cukup bila hanya dituangkan di sini. Terlalu sulit untuk diceritakan kisah ini dalam sebuah kata-kata J. Maaf juga apabila kami tidak sempat mengabadikan setiap momen dalam sebuah gambar. Cerita ini, kenangan ini, kisah ini mudah-mudahan akan selalu kami kenang.
Gunung Cikuray menyadarkan kami akan Kuasa Allah SWT yang tak terkira ini, membukakan mata hati kami akan segala pemberian-Nya di bumi ini, mengingatkan kami untuk selalu bersyukur atas segala apa yang dilimpahkan kepada kita semua. Subhanallah. Mudah-mudahan banyak yang bisa kita dapatkan setelah melakukan pendakian ini paling tidak bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Amiin.

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.” Soe Hok Gie

Sabtu, 05 Mei 2012

STAPALA 2012




Andri "gamping" Wijanarko 951/SPA/2012
Haidul "atenk" Firman 952/SPA/2012 
Atika "riweh" Ratnasari 953/SPA/2012
Yanuar "bohlam" Danu Putra 954/SPA/2012
Dzimar "klepon" Rusdi 955/SPA/2012
Dhimas "sa'in" Adhi Nugroho 956/SPA/2012
Dimas "lontong" Fajar Yanuarico 957/SPA/2012
Roshid "picis" Andru Mustaqim 958/SPA/2012
Rizki "bejita" Aulia Harahap 959/SPA/2012
Hendarta "galon" Pramudya 960/SPA/2012
Suci "cimon" Ari Pertiwi 961/SPA/2012
Panji "pareh" Angga Perdana 962/SPA/2012
Bonar "tampul" Sitindjak 963/SPA/2012
Aunurrofik "worem" 964/SPA/2012
Anung "ruwat" Budi Sutantiyo 965/SPA/2012
Hindar "slumun" Baya 966/SPA/2012
Pandu "kawis" Putra Wiratama 967/SPA/2012
M. Abu "suket" Bakar 968/SPA/2012
Lutfil "cethul" Hakim 969/SPA/2012
Abraham "suneo" Chrisianto 970/SPA/2012
Budi "peped" Sulistyo 971/SPA/2012
Nova "nama" Adithya 972/SPA/2012
Ghulam "keuh keuh" Azzam Robbani 973/SPA/2012
Giovari "jaiman" Max Purnama 974/SPA/2012
Anngi "bangsal" Restiana 975/SPA/2012
Adventa "laler" Pesoraisa 976/SPA/2012
Dian "tebus" Setiawan 977/SPA/2012
Budiaji "lunas" Ontoseno 978/SPA/2012
septian "kodok" Eko Cahyo 979/SPA/2012
Rian "garpit" Indra 980/SPA/2012
Angga "begal" Arya 981/SPA/2012
Primasepta "oldis" Rizqi 982/SPA/2012
Amani "ambrol" Masykur 983/SPA/2012
M. "badak" Amri 984/SPA/2012
R. "esbeye" Demokratianto 985/SPA/2012
Izazi "mader" Mulya 986/SPA/2012


Dilantik Minggu, 22 April 2012, bertepatan dengan HARI BUMI, pukul 8:43, 
di Kawah Ratu, Gunung Salak, Cidahu, Sukabumi.

Terima kasih kepada :
Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat dan hidayah serta anugerah-Nya,
Seluruh Panitia Diklat STAPALA 2012 yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu,
Saudara-saudaraku STAPALA 2012 seperjuangan suka dan duka,
Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah ikut membantu kelancaran 
Diklat STAPALA 2012 ini.

STAPALA JAYA!!!



Jumat, 06 April 2012

Rindu Merapi 27/12/2011

Terlepas  masih ada atau tidaknya puncak garuda itu pasca erupsi Merapi Oktober 2010, kami putuskan untuk naik Merapi hanya untuk sekedar melepas rindu menjamah puncaknya.  Tanpa banyak persiapan akhirnya liburan ala anak rantau yang sering rindu kampung halaman diputukan untuk mendaki Merapi bareng sahabat-sahabat lama di Jogja. 

Cuaca di akhir bulan Desembar tahun lalu agaknya terlihat tak seperti cuaca biasanya untuk bulan-bulan penghujung tahun yang identik dengan hujan deras, “Desember, gedhe-gedhene sumber”. Meski awal bulan pernah turun hujan, tapi pada akhir bulan cuaca agak mendukung, hal tersebutlah yang membuat kami untuk memutuskan naik Merapi.

Berangkat dari Jogja malam sekitar jam 21.00 dengan suasana hati yang senang tentunya, sepanjang jalan cerah, Merapi sedikit demi sedikit terlihat tambah gagah, dengan taburan bintang langit malam itu yang indah (wesehhhh...sok puitis diriku :D). Gas motor terus kami tancap karena sudah terlau larut malam dan udara di sepanjang jalan yang semakin dingin memaksa kami untuk segera sampai di basecamp pendakian Merapi yaitu Selo, Boyolali.

Sekitar hampir jam 00.00 kami sampai di basecamp Selo. Rehat sejenak, menghangatkan badan dengan secangkir kopi yang digilir a k a diminum salome “satu lubang rame-rame”  haha. Nikmatnya kebersamaan kala itu. Setelah cukup istirahat kami putuskan untuk mulai naik sekitar jam 01.00. 

Semakin menjauh dari basecamp Selo, semakin jauh pula dari tulisan “New Selo” yang hurufnya dibuat mirip tulisan “Hollywood” di  LA yang semakin tak terlihat. Nafas mulai tak teratur, badan mulai loyo, maklum “balung tuo”. Perasaan dulu  jalur pendakian tak senge-track  itu, terasa beda tambah curam dari yang dulu. Sekitar satu jam berjalan akhirnya jalan agak landai pun ditemui seiring ditemui persimpangan jalan yang membuat kami bingung pula. Asal jalan akhirnya kami temui lagi jalur yang kami rasa benar itu jalan menuju puncak.
Semakin lama kami berjalan semakin tak menentu cuaca malam itu. Langit berubah cenderung gelap, angin mulai berhembus kencang, kadang juga diikuti sedikit gerimis kecil. Cuaca pun semakin lama semakin bertambah tak bersahabat, angin tambah besar menjurus ke badai. Akhirnya kami putuskan untuk jalan pelan berharap bisa sampai di pos Pasar Bubrah saat sunrise. Berharap matahari akan bersinar hangat untuk menggantikan badai yang membuat kami semua kedinginan.

Akhirnya sebelum sampai di Pasar Bubrah kami putuskan untuk mencari tempat istirahat yang sedikit hangat karena terlalu bahaya jika tetap kami putuskan untuk lanjut karena masih gelap saat itu untuk terburu-buru sampai Pasar Bubrah, apalagi angin masih kencang-kencangnya. Membahayakan jika saat angin kencang seperti itu sudah di Pasar Bubrah karena tempat tersebut sangat terbuka sudah tidak terdapat vegetasi untuk berlindung.

Menggigil kedinginan itulah yang kami rasakan sambil menunggu shubuh datang dengan disuguhi angin kencang sepanjang malam. Berkumpul, duduk tak beraturan di balik bonggahan batu hanya untuk mencoba menghangatkan diri. Akhirnya subuh yang kami tunggu datang, tapi cuaca semakin tak menentu, angin semakin bertambah buruk (sholat shubuh sejenak, sambil berdoa semoga cuaca cerah). Kami putuskan untuk mengisi perut sejenak dengan logistik khas pendaki gunung kere seperti kami ini, mi instan, haha.

Perut kenyang, badan sudah ada sedikit tamabahan tenaga, akhirnya kami putuskan untuk lanjut. Baru melangkahkan kaki angin sepertinya sudah tak bisa diajak kompromi. Tinggal sejengkal lagi sampai di Pasar Bubrah. Hal tersebut membuat kami bimbang untuk memutuskan tetap naik atau tidak. Apalagi ditambah dengan turunnya para pendaki lain yang sepertinya juga tidak yakin untuk melanjutkan pendakiannya. Akhirnya dengan berat hati kami putuskan untuk turun sambil sedikit demi sedikit istirahat sejenak siapa tahu cuaca membaik. Alih-alih cuaca tambah baik malah angin semakin kencang ditambah lagi dengan hujan. 




meratapi nasib, padahal tinggal "sak plintengan" lagi puncak


rehat sejenak sebelum benar-benar turun

Tanpa kompromi kami putuskan turun daripada hujan semakin deras. Dengan perasaan yang agak kecewa akhirnya kami sampai di basecamp kembali dilengkapi dengan basah air hujan. Lengkap sudah segala penderitaan, tapi tetap menyenangkan :). Sampai di basecamp sekitar jam 09.00, kabut plus hujan deras menyelimuti. Akhirnya kami putuskan untuk menunggu kabut hilang. Siang akhirnya kabut sedikit hilang. Setelah mengisi perut dengan cukup akhirnya kami turun (balik Jogja).

Memang Merapi tak seberapa tingginya, tak seberapa lama untuk mendakinya, tak seberapa lelahnya untuk mencapai puncaknya, tapi satu hal yang paling sulit untuk menaklukkan puncaknya, yaitu cuaca dan asap belerangnya yang sangat sulit diprediksi. Kadang meski sudah lama menunggu di Pasar Bubrah untuk menanti hilangnya asap belerang, tapi tetap saja sampai siang asap belerang tak kunjung pergi dari puncak. Sudah tiga kali ini saya mendaki Merapi, tapi baru sekali mencapai puncak (sekitar 5 tahun yang lalu), itupun dalam keadaan asap belerang masih tebal (nekat). Entah mana itu puncak garuda yang menjadi ciri khas puncak Merapi, tapi kami yakin itu puncak yang kami pijak meski tertutup asap belerang, kami rasa juga itu puncak garuda (sayangnya g terlihat jelas hahahaha). -calonpemikir-

Selasa, 03 April 2012

FCB v AC Milan. Tahukah Anda...

Barcelona dan AC Milan berjuang untuk memperoleh tempat di semifinal Liga Champions, sebuah pertandingan yang akan menimbulkan rasa penasaran pastinya, siapakah yang akan lolos ke semifinal?




- Barca telah memenangkan 11 dari 13 pertandingan kandang di babak perempat final Liga Champions, termasuk semua empat pertandingan terakhir.

- Dalam kompetisi Eropa, Barcelona telah menang 3 dari 5 pertemuan dengan AC Milan dimana pada leg pertama imbang 0 - 0

- Di Eropa, Barca belum kalah di kandang selama 14 pertandingan dari 16 pertandingan terakhir mereka.

- Enam pertandingan resmi antara Barca dan AC Milan di Camp Nou telah menghasilkan dua kemenangan kandang, satu tandang dan tiga kali seri untuk Barcelona.

- Jika Barca lolos, itu akan menjadi pertama kalinya tim yang lolos lima kali berturut-turut di semifinal Liga Champions.

- The “Rossoneri” pernah lolos 11 kali dari 14 babak perempat final Piala Eropa.

- Milan belum pernah di Eropa musim ini, tiga kali imbang dan satu kali kalah.

- Sejak 1989 belum pernah ada adu penalti saat penyisihan  Liga Champions Eropa di Camp Nou.

- Meskipun bermain imbang 0-0 di leg pertama, Barca masih merupakan tim dengan nilai tertinggi dalam kompetisi, dengan 30 gol.

- Barca juga merupakan tim yang paling sedikit melakukan pelanggaran (87 kali) dan menerima kartu kuning paling sedikit (11 kartu).

- Charles Puyol, sang kapten juga bisa bermain di pertandingan 550 resminya malam ini, yang akan menggeser Miguel dan menempatkan dia ke dalam daftar kedua  sepanjang masa penampilannya di Barca.

- Jika salah satu pemain Milan,  Nocerino, Nesta atau Ambrosini mendapatkan kartu malam ini, Milan akan kehilangan mereka pada pertandingan berikutnya.

- Milan telah memenangkan 10 dari 16 pertandingan musim ini di Serie A.